cinta itu persahabatan…
cinta itu keluarga…
cinta itu udara yg kita hirup setiap hari
cinta itu bunga yg bersenandung bersama kupu kupu
cinta itu pelangi yg berselimutkan awan
cinta itu langit malam yg berhiaskan gemintang
cinta itu dahaganya punguk merindukan bulan
cinta itu isak bayi dipelukan hangatnya sang bunda
cinta itu es krim dan coklat tumpah ruah
cinta itu warna warni hidupmu dan hidupku
berbahagialah…….
karena cinta … kebaikan tak mudah lenyap bersama hiruk pikuk kegelapan

Jan 18, 2008

cakrawala sayu memendam mimpi
saat ujung langit bersentuhan dengan bumi
hati ini mencoba bertahan
dengan segala perasaan yang berkecamuk

semilir angin membisikkan kegalauan
dan rembulan semakin merangkak naik
ini hatiku yang sedang nelangsa
tersayat sayat kehampaan … penghianatan

disaat itu.. dunia meradang..
mimpi di negeri dongeng tak pernah jadi nyata
hati ini terus tertatih merintih
mengapa tak jua datang pelipur lara

lihat…
sinar mengganti kegelapan dengan pagi
tapi hatiku masih saja sesak
lama kubiarkan ia hancur
hingga apinya padam.. tak perlu bertahan
karena hati ini rapuh
aku yang menginginkannya begitu

Apa peduliku dengan status

cinta tetap saja cinta

saat dia kupeluk

nafasku hampir terhenti

inginku hirup dalam aroma tubuhnya

agar lekat dihidungku selamanya

tapi aku terlalu sibuk

mengingat bidang bahunya

hangat tubuhnya

wajahku tenggelam dalam dadanya

tangan tangan itu mendekap erat

dua dekapan…. terlalu cepat

tak cukup bagiku untuk merekam semua

hanya hangat yang berbekas

ataukah karna aku terhanyut

lebur dalam kegelisahan

kehilangan … kebahagiaan … hanya sebatas pelukan

March 26th, 2006

-at living room

Still .. gracefully wind shake my mind

until a baby born from a love tree

passion and hope collide into darkness

nobody’s going to sleep tonight

as fireflies grow stronger .. prettier

catch me one .. i’ll burn the fire

cause when my hands are ice

gentle warmth touched my soul

Still .. gracefully rain sent my tears away

while cracked memories of loved ones

unhealing eternal life wounds

sensing simple death of time

when the world grow pale .. darker

remember me .. i’ll stand on the edge

cause when your hands are inferno

over flowing desires embraced my body

Sept’ 05

-at Temporary Room (Jobsite)


Punguk bertanya pada bulan

“Hei, kau yg diatas sana, bahagiakah?”

“Ya, sangat!”

Punguk bahagia … sangat bahagia

Kembali ia bertanya …

“Kau yang cantik diatas sana, sepikah?”

“Tidak, banyak bintang yang bersamaku.”

Punguk senang … namun merindu

Lagi ia bertanya-tanya …

“Ada cinta untukmu … untukku?”

“Tidak, sayang sekali bukan?”

Punguk sedih … sangat merana

Masih bertanya ia …

“Hei, pujaanku, sungguhkah tak ada?”

“Ah, entahlah, harapmu?”

Punguk meringis … terus berharap

Harap cemas bertanyalah ia

“Maukah menemaniku suatu saat nanti?”

“Aku tak mau berjanji … boleh?”

Punguk meratap … namun terus mengucap

Semoga … semoga dan semoga …

Nov 21st, 2002

at -Layo

Next Page »